Hukum Membatasi Kelahiran

loading...

Hukum Membatasi Kelahiran

Assalamu’alaikum

Bu, ada hal yang mengganjal benak saya. Khususnya, terkait pembatasan kelahiran. Sebenarnya, dalam kondisi apa kita diperbolehkan melakukan pembatasan kelahiran. Dan, dalam kondisi apa praktik ini dilarang secara syariat Islam? Bila fisik wanita sudah tidak kuat lagi  atau lemah, bolehkah kita melakukan pembatasan kelahiran? Terima kasih.

Wassalamu’alaikum

Ratna, Jawa Timur

Jawaban

Wa’alaikumussalam,

Ratna yang dirahmati Allah, sesungguhnya pembatasan kelahiran berbeda dengan pengaturan kelahiran. Secara umum, pembatasan kelahiran tidak dibenarkan dalam Islam. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Israa’ ayat 31, “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kami-lah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.”

Juga disebutkan dalam surat Al-An’am [6] ayat 151, “Katakanlah: ‘Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar.’ Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami (nya).”

Pengharaman ini berlaku apabila pembatasan kelahiran dilakukan karena motivasi biaya atau khawatir tidak ada rezeki untuk menghidupi dan membesarkan mereka. Namun, apabila pembatasan kelahiran ini dilakukan karena alasan medis berdasarkan kesaksian dokter spesialis yang beriman dan ahli dalam bidangnya, seperti untuk keselamatan nyawa ibu—bila harus mengandung akan membahayakan dirinya atau nyawa anak yang dikandung, Allah mengatakan dalam surat Al-Baqarah ayat 195, “… dan janganlah kamu mencampakkan diri-diri kamu ke dalam kebinasaan,….”

Sementara di ayat lainnya, Allah menyebutkan, “… Dan jangan kamu membunuh diri-diri kamu, karena sesungguhnya Allah maha belas kasih kepadamu,” (QS An-Nisaa’ [4]: 29).

Bila fisik seorang wanita lemah dan tidak sanggup lagi untuk hamil, maka tentu saja ia bisa menjaga dirinya untuk tidak hamil setelah mendapatkan kesaksian dua orang dokter yang beriman bahwa kehamilan ini akan berdampak kepada kesehatannya bahkan nyawanya. Wallahu a’lam.

Sumber: ummi-online.com

loading...

Leave a Reply