Hukum Menggunakan Obat Anti Nyeri Kuat Dengan Obat Opioid (Golongan Narkotika)

loading...


Obat antinyeri kuat golongan opioit seperti tramadol, petidin bisa meredakan nyeri yang sangat. Nyeri yang bisa membuat pasien teriak-teriak seharian atau semalaman tidak tidur.

Atau bahkan menggunakan antinyeri yang sangat kuat pada pasien kanker stadium akhir, maka digunakan morphin (morphin juga digunkan untuk antinyeri saat perang, jadi parjurit dengan usus terburai masih bisa lari-lari melanjutkan perang tanpa rasa sakit).

Obat golongan ini digunakan dalam ilmu kedokteran, obat golongan ini memang secara umum merupakan golongan narkotika yang bisa menyebabkan kecanduan dan menghilangkan akal (memabukkan). Bagaimana hukumnya dalam Islam?

Padahal sudah jelas bahwa semua yang memabukkan haram. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ خَمْرٍ حَرَام

“Setiap yang memabukan adalah khamr dan setiap khamr adalah haram.”

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah ditanya,

نستعمل في المستشفيات لعلاج الآلام بعد العمليات وكذلك لعلاج الآلام المختلفة بعض الأدوية وهي تحتوي على مواد مخدرة وأخرى كحولية بنسب متفاوتة فهل من حرج في استخدامها ؟.

Di rumah sakit, kami menggunakan pereda nyeri setelah operasi dan pereda berbagai macam nyeri (nyeri neurotik, nyeri somatik misalnya, pent), kami menggunakan sebagian obat yang mengandung bahan narkotika dan yang lainnya seperti alkohol dengan kadar tertentu. Apakah ada masalah (larangan) dalam penggunaannya?

الحمد لله الأدوية التي يحصل بها راحة المريض وتخفيف للآلام عنه لا حرج فيها ولا بأس بها قبل العملية وبعد العملية إلا إذا علم أنها من شيء يسكر كثيره فلا تستعمل لقوله صلى الله عليه وسلم : ( ما أسكر كثيره فقليله حرام ) أما إذا كانت لا تسكر ولا يسكر كثيرها ولكن يحصل بها بعض التخفيف والتخدير لتخفيف الآلام فلا حرج في ذلك

Jawaban:
Alhamdulillah, obat-obatan yang bisa membuat pasien nyaman dan meringankan rasa nyeri maka tidak mengapa (tidak ada masalah).

Tidak mengapa digunakan sebelum atau sesuah operasi, kecuali jika diketahui bahwa hal tersebut bisa menyebabkan mabuk maka tidak boleh digunakan sebagaimana sabda Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“apa-apa yang memabukkan, banyak maupun sedikit adalah haram)”

Adapun jika tidak memabukkan dan jumlah yang banyak juga tidak memabukkan, kemudian bisa meringankan nyeri dan obat tersebut bisa untuk meredakan nyeri, maka tidak mengapa.”

Catatan
Penggunaan obat golongan opioid sudah diatur dosisnya dalam ilmu kedokteran sehingga tidak mencapai dosis kecanduan dan memabukkan. Sehingga sesuai dengan fatwa di atas bahwa hukumnya adalah boleh/mubah.

Sumber: muslimafiyah.com

loading...

Leave a Reply