Inikah 5 Penyebab Remaja Zaman Now Kurang Sopan Santun?

loading...

Inikah 5 Penyebab Remaja Zaman Now Kurang Sopan Santun?

Sahabat Ummi, setujukah dengan pernyataan bahwa remaja zaman sekarang kurang sopan santunnya? Kalau setuju, kira-kira apa sih yang menyebabkan remaja saat ini bertingkah seperti itu? Yuk kita coba analisa beberapa penyebabnya:

1. Kurang pendidikan akhlak

Sekolahnya mahal, ikut kursusnya banyak, tapi belum berarti anak sudah mendapatkan pendidikan lho. Banyak guru yang hanya bertugas mengajar dan lupa untuk mendidik anak. Demikian juga para orangtua, sekadar membiasakan anak untuk mengucap terima kasih, maaf, tolong, dan bersabar mengantri saja rasanya sulit. Dianggapnya jika anak jago bahasa Inggris dan Matematika berarti anak sudah bisa dikatakan sebagai orang yang berpendidikan.

Jadi jangan salahkan anak remajanya saja, tapi coba introspeksi apakah sebagai orangtua kita telah memberi pendidikan pada mereka atau sekadar menyuapi mereka materi-materi akademik di sekolah dan tempat kursus?

2. Kurang interaksi dengan orangtuaĀ 

Jujur saja… orangtua zaman now pun lebih senang melihat gadget pribadi daripada mengobrol dengan anak-anak kan? Kalau iya, pantas saja anak-anak kita merasakan kehampaan dan tidak memiliki sosok yang dapat ditiru atau dijadikan contoh yang baik, lha wong orangtuanya saja sibuk sendiri.

Coba deh lihat bedanya akhlak anak-anak yang akrab dengan orangtuanya dan yang tidak, kita bisa temukan bahwa anak-anak yang sikapnya kurang sopan biasanya memiliki hubungan interaksi kurang baik dengan orangtua mereka. Jadi, pastikan anak-anak kita mendapatkan cukup waktu dalam berinteraksi dengan orangtuanya setiap harinya.

3. Sering mengakses tayangan dan games berisi konten kekerasan

Saat ini ada banyak sekali tayangan dan games yang kontennya berisi kekerasan, bahkan sekalipun itu adalah film kartun yang seharusnya diperuntukkan bagi penonton anak-anak, masih ada saja adegan kekerasannya. Konten seperti ini jika sering diakses oleh putra-putri kita akan menumpulkan kepekaan sosial dan rasa empati mereka terhadap lingkungannya.

4. Dampak negatif gadget

Antisocial Behaviour merupakan dampak negatif gadget yang disebabkan karena penyalahgunaan gadget itu sendiri. Hal ini terjadi di mana ketika seseorang merasa gadget merupakan satu-satunya hal yang paling penting dalam hidupnya, sehingga ia melupakan keadaan di sekitarnya. Akan muncul ketidakpedulian dalam dirinya terhadap lingkungannya.

Hal ini akan membuatnya jarang berinteraksi dengan orang lain, sehingga kemampuan interpersonal dan emosionalnya pun terhambat dan tidak akan berkembang. Inilah yang membuat anak remaja saat ini kesulitan untuk bersosialisi dan menjalin relasi dengan orang-orang di sekitarnya, karena menganggap gadgetnya adalah satu-satunya hal menarik baginya.

5. Tidak dibiasakan untuk berbasa-basi

Berbeda dengan zaman kita masih kecil, di mana setiap kali melintas di depan orang lain kita pasti diajarkan untuk mengucap permisi sambil membungkukkan badan, atau mengucap terimakasih pada orang yang memberi bantuan, anak-anak zaman sekarang tidak dibiasakan seperti itu. Orangtua terkadang lupa untuk mencontohkan adab dan kemampuan berbasa-basi ini. Misalnya perlakuan orangtua terhadap khadimat/pembantu rumah tangga, asal menyuruh-nyuruh saja tidak mengucap tolong dan terimakasih, maka anak pun menirunya.

Orangtua perlu membiasakan anak sedini mungkin untuk memiliki kemampuan bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, bagaimana pun… keburukan sikap anak bisa jadi disebabkan kesalahan didik dari kita sebagai orangtuanya. Sebelum dihisab oleh Allah, mari kita hisab diri sendiri terlebih dulu.

Semoga menjadi reminder untuk para orangtua. Tidak ada kata terlambat untuk berbenah diri.

Sumber: ummi-online.com

loading...

Leave a Reply