Inilah Daftar Orang yang Tidak Akan Diajak Bicara oleh Allah

loading...

Inilah Daftar Orang yang Tidak Akan Diajak Bicara oleh Allah

Sahabat Ummi, sudah tahukah siapa saja orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah di akhirat kelak? Bahkan Allah pun enggan melihat ke arahnya, apalagi mensucikannya, na’udzubillah min dzalik, coba cek yuk semoga kita tidak masuk dalam daftar orang-orang berikut ini:

“Tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat dan tidak akan mensucikannya… Abu Mu’awiyah berkata, “Dan Tidak akan dilihat oleh allah.” Dan bagi mereka adzab yang pedih, yaitu orang tua yang berzina, raja yang suka berdusta, dan orang miskin yang sombong.” (HR Muslim).

“Tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, dan Allah tidak akan melihat mereka, yaitu orang yang bersumpah untuk (melariskan) dagangannya bahwa ia telah memberi (harga) lebih banyak dari (harga) yang ia berikan padanya, padahal ia berdusta. Dan orang yang bersumpah palsu setelah ‘Ashar untuk mengambil harta milik seorang muslim. Dan orang yang mencegah kelebihan airnya, maka Allah akan berfirman, “Hari ini aku akan mencegah karuniaKu kepadamu sebagaimana kamu dahulu pernah mencegah kelebihan air yang bukan usaha tanganmu.” (HR Al Bukhari).

1. Orang yang sudah tua namun berzina

Rambut sudah beruban, namun syahwat masih tidak bisa ditahan. Biasanya orang sudah tua akan banyak mengingat mati dan mempersiapkan diri dengan banyak beramal, akan tetapi ada juga orang yang makin tua malah makin menjadi-jadi, masih suka melakukan zina. Na’udzubillah min dzalik. Wajarlah jika kelak di padang mahsyar Allah tidak akan memandang padanya dan tidak akan mengajaknya bicara.

2. Raja yang suka berdusta

Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi wa Sallambersabda: “Akan ada setelah (wafat)ku (nanti) umaro’ –para amir/pemimpin—(yang bohong). Barangsiapa masuk pada mereka lalu membenarkan (menyetujui) kebohongan mereka dan membantu/mendukung kedhaliman mereka maka dia bukan dari golonganku dan aku bukan dari golongannya, dan dia tidak (punya bagian untuk) mendatangi telaga (di hari kiamat). Dan barangsiapa yang tidak masuk pada mereka (umaro’ bohong) itu, dan tidak membenarkan kebohongan mereka, dan (juga) tidak mendukung kedhaliman mereka, maka dia adalah dari golonganku, dan aku dari golongannya, dan ia akan mendatangi telaga (di hari kiamat). (Hadits Shahih riwayat Ahmad dan An-Nasaa’i dalam kitab Al-Imaroh).

3. Orang miskin yang sombong

Biasanya orang sombong karena memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan, misalnya kelebihan hartanya atau jabatannya. Tetapi jangan salah… ada pula orang miskin yang sombong, sudahlah tidak punya harta, tidak mau banyak beramal, tidak mau bertaubat dari maksiat, astaghfirullahal’adzim.

4. Orang yang bersumpah palsu untuk melariskan dagangannya

“Saya cuma ambil untung sedikit doang Pak, ini sudah hampir rugi kalau dibeli harga segini, sumpah Pak…”

Padahal sebenarnya ia mengambil untung besar. Maka pedagang yang seperti ini terancam tidak akan diajak bicara oleh Allah karena sumpah palsunya.

“Dua orang yang sedang berjual beli itu punya khiyar (pilihan) selama keduanya belum berpisah, jika keduanya jujur dan menjelaskan maka jual belinya akan diberkahi. Dan jika keduanya menyembunyikan (aib) dan berdusta maka akan dicabut keberkahannya.” (HR Al Bukhari dan Muslim).

5. Orang yang bersumpah palsu untuk mengambil harta milik seorang muslim

Dari Abu Umamah, “Bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang mengambil hak seorang muslim dengan sumpahnya, maka Allah sunngguh telah mewajibkan untuknya dan mengharamkan surga atas dirinya.” Ada seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah, “Sekalipun hak tersebut berupa sesuatu yang sedikit wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Sedikitpun sebatang kayu arak (untuk siwak)”

6. Orang yang mencegah kelebihan airnya dari orang lain

“Jauhilah Syuhh (kikir yang sangat), sesungguhnya syuhh membinasakan orang-orang sebelum kalian. Syuhh menyuruh mereka untuk bakhil, menyuruh untuk untuk memutuskan tali silaturahim, dan menyuruh untuk berbuat kejahatan, merekapun melakukannya.” (HR Abu Dawud dan dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani).

Semoga kita tidak masuk dalam 6 daftar di atas, bukankah kenikmatan terbesar adalah ketika kita bisa menatap wajah Allah dan berbicara dengan-Nya kelak?

Sumber: ummi-online.com

loading...

Leave a Reply