Kenakalan Remaja, Salah Siapa?

loading...

Oleh: Fitri Arifatul Hikmah S.Si
fitriarifatul01@gmail.com

TAWURAN antara 2 kelompok bocah di Jln. Gudang Air dan Jalan Puskesmas, Kampung Rambutan, Jakarta Timur menelan dua korban jiwa. Ironisnya korban tewas masih berstatus SD dan SMP di Jakarta Timur.

Dilansir dari Humas Polda Metro Jaya, Kapolsek Ciracas KOMPOL Agus Widan mengatakan tawuran terjadi minggu ke 2 Februari 2018 dinihari lalu. Kedua korban tewas menderika luka tusuk senjata tajam pada punggung, leher kiri serta dada,” ujar agus. (Sindonews.com)

Perbuatan- perbuatan anak remaja yang melanggar hukum menimbulkan keresahan masyarakat, sekolah maupun keluarga. Contoh yang simpel adalah tawuran antar pelajar, narkoba, perzinaan dan lainnya. Padahal remaja merupakan generasi penerus bangsa yang diharapkan dapat menggantikan generasigenerasi dahulu dengan yang lebih baik.

Namun sayang kenyataan menunjukkan hal berbeda, banyak data dan informasi tentang tingkat kenakalan remaja yang mengarah pada tindakan kekerasan dan melanggar hukum. Mengingat semakin besarnya masalah yang dihadapi oleh anak-anak remaja, maka butuh untuk menganalisa keterkaitan antara faktor-faktor lingkungan di dalam keluarga, lingkungan sosial.

Kenakalan remaja dapat ditimbulkan oleh beberapa hal, diantaranya;

1. Pengaruh kawan sepermainan
2. Pendidikan
3. Penggunaan waktu luang
4. Uang saku
5. Perilaku seksual

Penyebab kenakalan remaja (intern);

1. Orang tua yang kurang memperhatikan anaknya
2. Adanya pertengkaran dalam keluarga
3. Orang tua yang terlalu menekan anak
4. Kesalahan mendidik anak
5. Salah memilih teman
6. Mudah terpenggaruh teman

Dalam Islam, sangat jelas dan rinci dalam memberi pengaturan. Islam memberi perhatian khusus dalam mendidik generasi. Karena merekalah yang nanti memimpin bangsa ini. Untuk mencetak generasi tangguh yang mumpuni keilmuan dan keahliannya serta paham terhadap agamanya, kita membutuhkan pendidikan. Tujuan Pendidikan dalam islam adalah membentuk generasi yang berkepribadian islam dan membekali anak didik dengan ilmu serta keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal hidup.

Jadilah mereka generasi yang sukses dunia dan akhirat, yang sangat bermanfaat bagi dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu sebagai generasi muslim bukan generasi yang hidup dengan emosi yang tinggi tanpa kontrol agama. Usia mudanya bukan diwujudkan dengan aktivitas bebas tanpa aturan agama. Tetapi usia muda seharusnya digunakan untuk menggali potensi dan melejitkan potensi dengan mengharap ridho Allah SWT, dengan ini akan mengantarkan kita sukses dunia dan akhirat.

Untuk mengembangkan dan membina potensi supaya menjadi muslim sejati. Ada beberapa pihak yang harus berkerjasama yaitu keluarga-lingkungan dan negara. Di dalam islam keluarga, lingkungan dan negara harus berkontribusi mendidik generasi sehingga kenakalan remaja bisa diselesaikan. Negaralah menjadi perisai terhadap kejahatan yang ada dan memberi sanksi yang tegas kepada pelanggar hukum. []

islampos

.

loading...

Leave a Reply