Menuai Pro dan Kontra, Rektor UIN Suka Batalkan Kebijakan Larangan Bercadar

loading...

JAKARTA— Terkait kebijakan Rektor UIN Sunan Kalijaga yang melarang bercadar pada saat aktivitas di kampus, sabtu kemarin pada tanggal (11/03/2018) kebijakan pelarangan mahasiswi menggunakan cadar akhirnya dibatalkan setelah menuai pro dan kontra.

Surat pembatalan pelarangan mahasiswi menggunakan cadar itu tertuang dalam Keputusan UIN Sunan Kalijaga yang ditandatangani Rektor Yudian Wahyudi Nomor B-1679/Un02/R/AK.00.3/03/03/2018 tertanggal 10 Maret 2018.

Surat tersebut menyatakan pencabutan surat tentang pembinaan mahasiswi bercadar sesuai dengan rapat koordinasi universitas. Maka surat Keputusan Rektor Nomor B-1301/un02/R/Ak.00.3/02/2018 tentang Pembinaan Mahasiswi Bercadar tersebut dicabut demi menjaga iklim yang kondusif.

Humas UIN Sunan Kalijaga, Habib, tak membantah bahwa Rektor UIN telah mencabut surat keputusan sebelumnya.

“Ya memang begitu keputusannya,” kata Habib pada Sabtu (10/03/2018) kemarin.

Sebelumnya sejumlah elemen masyarakat mendesak agar Rektor UIN Yogyakarta mengevaluasi kebijakan larangan mahasiswi bercadar, tak terkecuali Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X.

Menurut Sultan, secara hukum tidak boleh ada pelarangan bagi orang lain menjalankan kepercayaan yang dianutnya. []

SUMBER: VIVA.CO.ID

.

loading...

Leave a Reply