Waketum MUI: Islam Tak Mengajarkan ‘Hoax’, Ujaran Kebencian dan Fitnah

loading...

JAKARTA— Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa’adi, menanggapi hal terkait marakanya ‘Hoax’ dan ujaran kebencian yang terjad di media sosial belakangan ini. Zainut mengatakan bahwa islam tidak mengajarkan ujaran kebencian, hoaks, fitnah, dan sebagainya.

Kemudian, Zainut meminta kepolisian fokus menindak pelaku tindak pidana kejahatan siber termasuk hoaks tanpa memandang identitas suku, ras, etnis, golongan, maupun agama.

“Tidak usah menyebut dia muslim atau non-muslim, fokus ke tindakan kriminalnya saja karena Islam tidak mengajarkan ujaran kebencian, hoaks, fitnah, dan sebagainya,” kata Zainut, pada Sabtu (10/3/2018) kemarin.

Menurut Zainut, harus ada kesetaraan hukum dengan tidak menyasar suatu kelompok tertentu, seperti The Family MCA dalam memberantas kasus ujaran kebencian.

Padahal, ada kelompok lain yang melakukan tindak pidana kejahatan siber. “Itu nanti memperhadapkan satu kelompok dengan kelompok lain,” katanya.

Menurutnya, selama ini sering muncul stigmatisasi terhadap kaum Muslim. Misalnya, pelaku kekerasan yang beragama Islam biasanya langsung dicap teroris.

Dia menyarankan agar publik tidak mudah menjustifikasi seseorang atau kelompok tertentu berdasarkan stigma atau label-label semata. “Kekhawatiran kita justru akan menimbulkan kontraproduktif terhadap tuduhan-tuduhan yang mengarah pada identitas itu,” katanya.

Zainut pun mengapresiasi langkah Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin yang melarang anggota Polri menyebut pelaku tindak pidana penyebar hoaks sebagai Muslim. []

SUMBER: CNN

.

loading...

Leave a Reply